TEKNIK SIPIL ITS

TEKNIK SIPIL ITS

Senin, 26 Desember 2011

MY DREAMS IN 2012



Bismillah...
inilah mimpiku di tahun 2012 :

1. Membentuk Civil Engineering Club
Sebagai wadah bagi mahasiswa Teknik Sipil FTSP ITS untuk transfer ilmu dan bertukar pengalaman. Membimbing adik-adik untuk menjuarai :
- KJI&KBGI 2012
- Indocement Awards 2012
- Holcim Innovation Hunt 2012
- Lomba beton yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi : ITS, Petra, Tarumanegara, UMI, PNJ
Tujuan utama adalah menjadikan TEKNIK SIPIL FTSP ITS TRADISI JUARA

2. Mendapatkan Beasiswa Ikatan Dinas di salah satu BUMN Karya

3. Menjadi Wisudawan ke 104 di bulan Maret 2012

4. Engineer di BUMN Karya yang telah memberikan Beasiswa Ikatan Dinas

5. Engineer di mega project bidang civil (Subway / JLNT)

6. Memiliki ternak kambing / sapi

Semoga Allah mengabulkan
Amin

Sabtu, 17 Desember 2011

Sukses Pertahankan Tradisi Juara KJI-KBGI


Kampus ITS, ITS Online - Secara khusus, ada dua tim yang diturunkan jurusan Teknik Sipil ITS untuk unjuk gigi pada KJI dan KBGI tahun ini. Wahyu Candra Prasetya, Rahmad Putra Juniazhar, Reza Arfany, dan Dika Aristia Prabowo dipercaya untuk menggawangi tim KJI. Sedangkan Chairul Aprianto, Aan Sulistiyatno, kembali bersama Wahyu Candra Prasetya diturunkan untuk bergerilya di KBGI.

Beradu dengan banyak tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, tentu bukan hal yang mudah. Namun berbekal tekad mempertahankan tradisi juara, kedua tim akhirnya berhasil meraih juara pertama untuk KJI dan juara ketiga untuk KBGI. ''Sangat senang tahun ini kita bisa menang KJI dan KBGI lagi,'' ujar Wahyu.

Pada KJI yang diselenggarakan di Universitas Indonesia, Wahyu mengaku, timnya memang menargetkan posisi juara pertama. Tak heran, keempat mahasiswa ini pun telah mempersiapkan diri untuk unggul di beberapa kategori penilaian yang akan dikompetisikan dalam KJI.

''Dari awal kami mempersiapkan untuk unggul di kategori kekokohan, K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), dan kinerja Struktur,'' papar Wahyu menjelaskan. Alhasil, mereka pun mampu menjadi yang terbaik untuk ketiga kategori tersebut.

Reza yang juga memperkuat tim KJI menerangkan, terdapat perbedaan ketentuan KJI tahun ini dari tahun sebelumnya yang tak mudah untuk ditaklukkan. Tahun ini, jembatan yang dibuat tidak diperbolehkan menggunakan sambungan baja. ''Itu yang membuat sulit, karena lendutan jembatan menjadi semakin besar,'' ungkap Reza.

Namun, penggunaan metode cantilever secara penuh diakui sebagai kelebihan dari tim Teknik Sipil ITS pada KJI kali ini. Sebelum berangkat lomba pun, jembatan sudah diuji terlebih dahulu di laboratorium struktur. "ketika kontes lendutan jembatan kami yang paling kecil, jurinya sempat nggak percaya,'' tutur Wahyu lagi sembari tersenyum.

Sementara untuk KBGI, tim dari Teknik Sipil ITS harus berpuas diri dengan posisi ketiga. Tahun ini mereka kembali mengikutsertakan bangunan yang mereka beri nama Joglo Bumi Minatani. ''Berbeda dari sebelumnya, kami melakukan renovasi interior,'' jelas Aan, salah satu anggota Tim KBGI.

Meski belum meraih posisi pertama, perjuangan tim dalam KBGI juga tak dapat diremehkan. Sebelumnya, proposal rancangan bangunan gedung yang mereka kirimkan berhasil menduduki peringkat teratas.

Regenerasi
Selain sejumlah nama yang tergabung dalam tim KJI dan KBGI, rupanya kemenangan ini juga melibatkan banyak mahasiswa jurusan Teknik Sipil yang lain. ''Dari awal sampai proses pembuatan kami melibatkan sekitar 30 mahasiswa dari angkatan 2010,'' ujar Wahyu.

Lebih lanjut Wahyu menjelaskan, hal itu dilakukan untuk mempersiapkan kader-kader guna mempertahankan prestasi ITS di KJI dan KBGI. ''Kami ingin teman-teman mahasiswa 2010 dapat mempertahankan prestasi ini,'' ungkap Wahyu. Keterlibatan ini, dijelaskan Wahyu, menjadi bentuk pembelajaran awal.

Mulai dari awal hingga proses pembuatan, sejumlah mahasiswa angkatan 2010 memang telah diberi kepercayaan untuk ikut ambil bagian. Misalnya saja, persiapan alat-alat. Hal ini telah dipercayakan sepenuhnya kepada mereka. Harapannya, mahasiswa angkatan 2010 dapat belajar dan siap meneruskan perjuangan Teknik Sipil ITS pada KJI KBGI tahun depan.

''Kami berharap tahun depan tropi juara umum KJI-KBGI bisa dibawa pulang ITS,'' kata Wahyu optimis. Ia juga berpesan agar prestasi ini tetap dipertahankan, sekalipun mempertahankan sejatinya tidak lebih mudah dari saat meraihnya.

http://www.its.ac.id/berita.php?nomer=9482

Selasa, 13 Desember 2011

JEMBATAN KAYU BUMI MINA TANI, JUARA I KJI 2011

Alhamdulillah, dalam Kompetisi Jembatan Indonesia 2011 kami S-51 team yang beranggotakan Wahyu Candra Prasetya, Reza Arfany, Dika Aristia Prabowo, dan Rachmat Putra Juniazhar berhasil mengukir prestasi yang gemilang yaitu :
- Juara I Jembatan Kayu
- Juara Kategori Jembatan terkokoh
- Juara Kategori K3L Terbaik
- Juara Kategori Kesesuaian Inplemenatsi Terhadap Rancangan
Prestasi ini kami persembahkan untuk almamater tercinta sebagai kado ulang tahun yang pada 10 November kemarin merayakan hari jadi ke-51.

Tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu yaitu Jurusan Teknik Sipil FTSP ITS, Alumni Sipil ITS, Bina Marga Jatim, SB readymix dan rekan-rekan Tim KJI KBGI Teknik Sipil FTSP ITS. We are the dream team. We are the champions.

JOGLO BUMI MINA TANI, JUARA III KBGI 2011

Alhamdulillah, dalam kontes bangunan gedung Indonesia 2011 kami FAR team memperoleh juara III. Prestasi ini kami persembahkan untuk almamater tercinta sebagai kado ulang tahun yang pada 10 November kemarin merayakan hari jadi ke-51. Anggota FAR team terdiri dari saya sendiri Wahyu Candra Prasetya, Aan Sulistyatno, dan Chairul Aprianto. FAR team kami ambil dari huruf depan ketiga teman kami yang telah gugur yaitu Fatih, Angga, Rizky. Perjuangannya terus kami kenang dan sebagai penyemangat dalam berkarya.

Tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu yaitu Jurusan Teknik Sipil FTSP ITS, Alumni Sipil ITS, Bina Marga Jatim, SB readymix dan rekan-rekan Tim KJI KBGI Teknik Sipil FTSP ITS. We are the dream team. We are the champions.


Juara I Lomba Recycle Innovation, Sebuah Kado untuk ITS


Teknik Sipil, ITS Online - ''Hadiah ini untuk ulang tahun ITS,'' tutur Wahyu sembari tersenyum. Wahyu mengatakan, awalnya ia dan tim mengajukan dua proposal ke UNS. ''Baru proposal yang kedua yang diterima,'' ungkap mahasiswa angkatan 2008 tersebut. Tergabung dalam Tim Bumi Mina Tani, mereka mempresentasikan produk hasil inovasi dan daur ulang bernama Bicoboo. Bicoboo merupakan sebuah balok kolom bertulang bambu yang terbuat dari campuran gergajian kayu, fly ash (abu terbang), dan limbah gypsum. Dikatakan Wahyu, produk tersebut bersifat seperti kayu yang tahan tarik, tahan tekan, dan lentur. Dari segi komposisi, kayu terdiri dari 10 persen limbah gypsum, 20 persen semen, 20 persen fly ash, 25 persen pasir, dan 25 persen serbuk gergaji. ''Tapi kami belum mendapatkan komposisi yang optimum, jadi kayu ini masih tergolong kelas lima,'' Wahyu menambahkan. Meski begitu, prestasi juara tetap diraih tim yang dibimbing oleh Dr Januarti Jaya E ST MT ini. Sederetan cerita di belakang kesuksesan mereka pun melengkapi prestasi tersebut. Tim Bumi Mina Tani berangkat menuju Solo, Selasa (9/11). Menggunakan mobil pribadi, terjebak dalam kemacetan dan hujan, hingga ban mobil yang bocor dalam perjalanan pun dirasakan ketiganya. Akibatnya, mereka terlambat mengikuti briefing. Namun tak menjadi masalah karena panitia bersedia menunggu. Tak cukup itu saja, mereka pun terpaksa berurusan dengan Satpam hotel tempat mereka menginap. Malam sebelum presentasi, mereka baru menyadari bahwa jumlah genteng untuk prototype ternyata kurang. Beruntunglah kali itu mereka dibantu oleh Satpam hotel tersebut. Esok hari ketika presentasi berlangsung, Tim Bumi Mina Tani memberikan sesuatu yang berbeda. Alfin memulai presentasi dengan sambutannya mengenai Hari Pahlawan. Disusul Wahyu memberikan penjelasan mengenai teknis pembuatan Bicoboo. Sedangkan Bajhtiar bertugas menggambarkan proses pembuatan Bicoboo. Usai presentasi, ketiganya merasa optimis menjadi pemenang. Menurut mereka, kekuatan tim mereka berada pada data. Mereka telah menyiapkan berbagai data yang sekiranya akan membantu presentasi kali itu. Alhasil, produk yang disiapkan selama tiga minggu ini menjadi unggulan pertama dibanding tujuh finalis lainnya. Menurut ketiganya, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengharumkan nama ITS adalah aktif berpartisipasi dalam berbagai kompetisi. Selain keaktivan, regenerasi juga menjadi faktor penting. Hal itu terlihat saat Wahyu, mengajak Alfin dan Bajhtiar yang merupakan mahasiswa angkatan 2009 untuk turut dalam lomba kali ini. Bajhtiar pun mengakui mendapat banyak pengalaman. ''Pengalaman saya nol,ya dibimbing Mas Wahyu ini. Idenya nggak masuk akal, tapi bisa dilakukan,'' tutur Bajhtiar sembari tertawa kecil. (m7/fi)

Menang KJI dan KBGI, Sipil Gelar Syukuran


Teknik Sipil, ITS Online - Merayakan prestasi yang diraih, tim KJI dan KBGI pun menggelar acara syukuran pada hari Rabu (7/12). Acara itu pula dihadiri oleh Ketua Jurusan Teknik Sipil ITS, Budi Suswanto ST MT PhD. ''Sekali lagi saya sangat bangga dengan mahasiswa Teknik Sipil, ini adalah prestasi yang sangat membanggakan,'' ujarnya saat memberi sambutan. Tahun ini Teknik Sipil berhasil meraih Juara 1 untuk Kontes Jembatan Kayu Pejalan Kaki. ''Kami berhasil meraih tiga kategori terbaik yaitu kekokohan, kinerja struktur, dan K3 (kesehatan dan keselamatan kerja, red),'' terang Wahyu Candra Prasetya, mahasiswa Teknik Sipil yang menjadi anggota tim dua bidang lomba tersebut. Namun untuk KBGI, Teknik Sipil dengan rumah joglonya harus berpuas diri di posisi ketiga. Mereka belum berkesempatan untuk menjadi Juara 1 pada kontes yang kali ini digelar di Universitas Indonesia itu. Padahal, tahun lalu mereka berhasil meraih juara dua, baik untuk KJI maupun KBGI. Selain Wahyu, terdapat tiga mahasiswa lain yang memperkuat tim KJI. Mereka adalah Dika Aristia Prabowo, Rachmad Putra Juniazhar, dan Reza Arfany. Sedangkan untuk tim KBGI, rekan seperjuangan Wahyu adalah Chairul Aprianto dan Aan Sulistiyanto. Dengan segala prestasi yang berhasil diraih selama ini, Wahyu optimis ITS bisa menjadi juara umum kontes tahunan itu. ''Kami benar-benar berharap tahun depan trofi juara umum KJI-KBGI bisa dibawa pulang ITS,'' ungkapnya. Oleh karena itu Wahyu berharap pencapaian ini tetap dapat dipertahankan. Senada dengan wahyu, Budi pada kesempatan itu juga mengungkapkan bahwa Teknik Sipil harus mempertahankan prestasi ini. Salah satu caranya, adalah dengan terus melaksanakan kaderisasi dalam bidang lomba tersebut. Ia mencontohkan kesuksesan Maritim Challenge dan kepiawaian PENS menjuarai kontes robot. ''Kita harus mempersiapakan kader-kader untuk dapat mempertahankan prestasi ini,'' pungkasnya. (ald/lis)

Senin, 27 Juni 2011

MCK Apung


Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) PIMITS 14 telah mengumumkan jawara terbaiknya Usai proses penyeleksian yang panjang, akhirnya LKTI tingkat nasional ini menyisakan tiga tim sebagai pemenang. ITS berhasil unggul sebagai pemenang pertama diatas Universitas Airlangga dan Institut Teknologi Bandung dengan gagasan Mandi Cuci Kakus (MCK) Apung milik tiga mahasiswa Teknik Sipil ITS.

Malam penutupan PIMITS 14 (5/5) menjadi momen special bagi M Dhanar Such Rufi dan dua rekannya. Pasalnya Karya Tulis mereka yang berjudul MCK Apung Sebagai Inovasi Sistem Pengolahan Limbah Terapung Ramah Lingkungan berhasil mengungguli 35 tim yang turut bertanding dalm skala nasional.

Tiga mahasiswa teknik Sipil ini berhasil mengantongi 1255 poin setelah melalui seleksi penulisan serta tahap presentasi yang dilakukan Kamis (5/5) pagi. Sedangkan juara dua dan tiga berturut-turut ditempati oleh Universitas Airlangga dengan karya tulisnya yang berjudul Pemanfaatan Limbah Daun Nanas Untuk Pengolahan limbah Industri Tekstil dengan poin 1152.

Serta juara ketika yang disabet oleh tim asal ITB yang mengangkat judul Pemnfaatan Minyak Biji Teh Sebagai Bahan Baku Biodiesel dengan total poin 1145.

''Alhamdulillah bisa menang,'' ungkap Dhanar begitu turun dari panggung usai menerima hadiah. Besama dua rekannya Wahyu Chandra Prasetya dan Damar Kurnia terinspirasi membuat MCK apung ini lantaran di daerah yang sering terkena banjir, para korban selalu kesulitn untuk mencari tempat buang air.

Dengan dibuat dar bahan tripleks, membuat ia bisa mengapung meski dengan berat total 2600 kg. selain itu keistimewaannya dari MCK apung ini adalah ramah lingkungnnya. ''MCK ini dilengkapi denga tanki septic berisi bakteri anaerob yang berfungsi menguraikan kotoran secara alami,'' tambah Dhanar. Dengan begitu kotoran tidak akan mencemari sungai.

Kendati sudah meraih kemenangan Dhanar dan kawan-kawan tak cepat puas. Mereka justru berharap gagasan MCK Apung ini kelak tidak hanya sebatas ide. ''Kami justru tertantang untuk nantinya bisa merealisasikan,'' cetus Dhanar.