TEKNIK SIPIL ITS

TEKNIK SIPIL ITS

Jumat, 05 Juni 2015

Mimpi Kecilku Menjadi Kenyataan

Nama saya Wahyu Candra Prasetya, lahir di Pati tanggal 20 Agustus 1990. Ibu saya bernama Sri Daningsih bekerja sebagai guru SD, dan bapak bernama Parno bekerja sebagai petani. Saya memiliki satu saudara bernama Agus Sulistya bekerja sebagai engineer di salah satu BUMN Karya.
Masih teringat ketika Guru SD menyuruh menulis cita-cita di selembar kertas. Kertas itu dikumpulkan, dan setiap murid disuruh membaca satu persatu. Teman saya banyak yang bercita-cita sebagai dokter, polisi, tentara, pilot, bahkan presiden. Giliran saya maju kedepan membacakan yang telah saya tulis. Cita-cita saya ingin menjadi insinyur. Dalam satu kelas hanya saya yang bercita-cita sebagai insinyur. Guru dan teman-teman bertanya, kenapa memilih insinyur. Saya menjawab ingin membangun stadiun sepakbola yang mampu menampung banyak orang. Kenapa stadiun sepak bola, karena saya hobi sepak bola. Inilah dampak positif adanya televisi. Saat melihat tayangan sepak bola, saya tidak hanya mengamati permainannya. Saya mengamati desain stadiun, kapasitas stadiun, bentuk atapnya. Keesokan harinya, saya mencoba menggambar denah stadiun tersebut di atas selembar kertas.
Selain menggambar, saya memiliki kebiasaan yang unik diantaranya mengumpulkan bungkus rokok. Setelah pulang sekolah, saya mencari bungkus rokok di tong sampah. Mungkin orang mengira sebagai pemulung. Bungkus rokok itu saya susun menjadi sebuah gedung bertingkat dengan mobil-mobilan parkir di halamannya. Tidak berhenti disitu, saya juga senang bermain pasir. Saya buat kelokan-kelokan sungai, diatasnya saya bangun jembatan. Dengan menggunakan kaleng susu bekas, saya gilas pasir tersebut, sehingga menjadi jalan.
Melihat kebiasaan tersebut, kakak yang masih kuliah di jurusan Teknik Sipil ITS angkatan 1998 sangat mendukung. Setiap pulang, saya dibelikan majalah yang berhubungan dengan bangunan, kali ini bukan bangunan stadiun. Akan tetapi, majalah yang berisikan deain rumah. Saya sangat senang, desain yang ada di buku itu saya gambar ulang di kertas HVS kosong dengan bermodal penggaris, pensil, dan penghapus. Tampak depan, denah tergambar. Selain melihat di majalah, saya juga menonton di televisi acara yang berhubungan dengan rumah. Ditayangkan setiap hari sabtu jam 10.00 di salah satu stasiun televisi swasta. Keinginan saya untuk menjadi insiyur semakin kuat. Saya ingin meneruskan jejak kakak, kuliah di Jurusan Teknik Sipil ITS.
Hobi saya menggambar berlanjut sampai SMA. Saat kelas tiga SMA, setiap murid mendapat tugas untuk menggambar rumah sederhana, meliputi denah, tampak depan, samping, dan atas. Saya kebanjiran order, teman-teman minta untuk dibuatkan gambar. Setelah tugas menggambar selesai, dilanjutkan dengan tugas membuat maket. Desainnya boleh dari tugas sebelumnya, atau membuat desain lain. Untuk tugas membuat maket ini dikerjakan secara berkelompok , satu kelumpok terdiri dari enam murid. Kelompok saya membuat desain lain. Kami mendesain maket rumah tradisional. Di tengah terdapat pendopo untuk tempat berkumpul yang beratapkan joglo, dikelilingi oleh gazebo untuk tempat istirahat. Pembuatan maket berukuran 60 x 80 cm2 telah selesai dan siap untuk dipamerkan.
Keasyikan menggambar, saya menjadi bingung. Ingin masuk Arsitektur atau Teknik Sipil. Setelah mendapat nasihat dari Guru BP, kakak, dan orang yang berpengalaman, akhirnya saya memilih Teknik Sipil. Keinginan saya untuk kuliah di Teknik Sipil sudah bulat. Guru BP, menyarankan untuk mencoba PMDK, karena nilai rapor bagus dan selalu masuk lima besar di kelas. Bahkan di kelas tiga mendapatkan peringkat pertama. Setelah pengumuman, nama saya tidak tercantum. Yang diterima ketiganya jurusan kedokteran. Jalan terakhir yang saya tempuh yaitu lewah jalur SNMPTN. SNMPTN dibagi menjadi tiga regional, yaitu : barat, tengah, dan timur. Saya mengikuti jejak kakak untuk ambil di regional timur. Menurut isu yang berkembang, peluang masuk ITS lebih besar.
Sebelum pelaksanaan SNMPTN, saya mengikuti bimbingan belajar khusus SNMPTN. Berbagai buku SNMPTN tahun sebelumnya saya pelajari berulang kali. Saya harus lolos SNMPTN dan diterima di Teknik Sipil ITS. Usaha dan doa terus saya lakukan, karena tidak ingin apa yang telah saya cita-citakan sejak SD gagal. Pendaftaran SNMPTN telah dibuka, Teknik Sipil ITS sebagai pilihan pertama dan Teknik Sipil UNS sebagai pilihan kedua. Satu minggu sebelum pelaksanaan SNMPTN, saya berangkat ke Kota Pahlawan. Saat menginjakkan kaki di terminal terbesar di Indonesia, saya seperti orang hilang. Dengan panduan kakak lewat telpon, saya sampai di kampus Perjuangan. Hari H telah tiba, inilah penentu nasib saya. Saya sudah mengerjakan dengan maksimal. Setelah saya koreksi, ternyata saya hanya bisa mengerjakan 30%. Padahal, untuk teknik Sipil ITS harus diatas 40%. Saya menjadi pesimis, bahkan sempat berprasangka kalau Teknik Sipil bukan jalanku. H-1 pengumuman, saya iseng membuka website SNMPTN lewat HP. Saya masukkan nomor pendaftaran. Dan mukzizat dari Yang Maha Kuasa datang, di layar muncul tulisan “Selamat anda diterima di Teknik Sipil ITS”. Sujud syukur atas rahmat Yang Maha Kuasa. “The Power of Dream”, bermimpi, berusaha, berdoa dan optimis.
Cita-cita saya telah dikabulkan, menjadi mahasiswa Teknik Sipil ITS. Masa orientasi telah saya lalui, kami mendapat tugas untuk membuat maket. Dengan pengalaman yang saya miliki, saya bersedia menjadi penanggungjawab. Bersama teman-teman satu angkatan, kami bekerjasama dan saling bagi tugas. Pengerjaan kami lakukan pada malam hari, selama satu bulan. Maket bundaran Waru dan City of Tomorrow sebagai gerbang masuk kota Pahlawan selesai dikerjakan. Dari sinilah saya bisa mengenal teman-teman yang berbeda latar belakang, saya mendapat julukan “Mandor”. Untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru tidak memerlukan waktu lama.
Di semester satu, ada mata kuliah menggambar bangunan Sipil. Gambar site plan; denah; tampak; potongan; detail atap, sanitasi, dan listrik ; dan volume. Karena hobi dan pengalaman selama SMA, tugas ini menjadi mudah. Tugas saya selesaikan lebih awal, dan membantu teman-teman yang belum selesai. Menjelang pengumpulan, kami koordinasikan. Teman-teman yang gambarnya belum selesai untuk segera menghubungi dan kami selesaikan bersama-sama.
Tujuan utama saya mulai dari SD – SMA yaitu bagaimana selalu mendapatkan peringkat pertama. Dan target itu dapat tercapai. Akan tetapi, setelah masuk jenjang perguruan tinggi ini, tujuan saya berubah. Nilai / kemampuan dalam bidang akademik (hard skill) tidak cukup untuk bekal di masa datang. Saya harus mengasah soft skill. Kerjasama, jejaring, kepemimpinan dan manajenen tidak kalah penting jika dibandingkan dengan bidang akademis. Selama kuliah ini saya harus lain dari yang lain. Mahasiswa dengan IP 4 sudah banyak, namun itu bukan tujuan saya. Target saya yaitu IPK > 3,2 ; mandiri;  memperbanyak jejaring; dan mengharumkan Almamater. Kesibukan saya selain kuliah antara lain :
  1. Tergabung dalam Forkom LKMM TD HMS 2009 menyelenggarakan Pekan Dhuafa yaitu kegiatan tentang pelatihan terhadap anak yatim se-Surabaya selama 2 bulan kemudian produknya dipamerkan disaat acara puncak.
  2.  Menjadi staf departemen Khusus HMS FTSP ITS 2009-2010, kepala departemen Khusus HMS FTSP ITS 2010-2011 sekaligus menjadi ketua pelaksana Civil Expo 2011 yang merupakan acara terbesar mahasiswa teknik sipil se-Indonesia.
  3.  Menjadi surveyor traffic counting baik dalam lingkup kota sampai nasional mulai tahun 2008-2011.
  4. Menjadi koordinator Holcim Intro 2011, survey ATTN Kemenhub RI 2011 daerah Tuban.
  5. Mengikuti berbagai perlombaan sekaligus sebagai ketua tim. Biak lomba karya tulis, desain bangunan dan jembatan, serta lomba beton tingkat nasional.
  6. Mengikuti seminar dan pelatihan baik sebagai peserta maupun pembicara di tingkat nasional.
  7. Membantu dosen dalam penyusunan HSPK Surabaya dan peninjauan ulang beberapa gedung pemerintahan di Malang.
  8. Penelitian Tugas Akhir tentang pemanfaatan lumpur Sidoarjo untuk beton ringan.

Selama 3,5 tahun kuliah di ITS, ketiga target saya sudah tercapai. Saat ini IPK 3,2.  Sejak semester dua, saya telah meringankan beban orang tua karena mendapatkan beasiswa bebas biaya SPP. Mulai tahun ketiga, sudah bisa membayar uang kos sendiri tanpa meminta orang tua. Memperoleh jejaring dengan mahasiswa Sipil seluruh Indonesia, alumni, dan beberapa instansi/ perusahaan seperti pemprov Jatim (Dishub, Bina Marga, Cipta Karya) Semen Gresik, Holcim, Indocement, PP, Adhi Karya, Jakon, dan Jasa Marga. Mengharumkan Almamater ITS dengan menjuarai beberapa perlombaan beton dan karya tulis ilmiah yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi maupun perusahaan. Lomba desain jembatan dan bangunan gedunga tahan gempa yang diselenggarakan oleh Kementerian pendidikan dan kebudayaan RI mulai tahun 2010-2011.
Berikut ini beberapa pencapaian yang sangat berkesan selama kuliah, yaitu :

Menjuarai Beberapa Perlombaan Tingkat Nasional
Dalam setiap perlombaan saya selalu menjadi ketua tim. Satu tim biasanya terdiri dari 3 orang. Saya memiliki tim di masing-masing bidang perlombaan. Dalam pembentukan tim, saya tidak mengajak teman-teman yang IPnya 4 semua. Seperti perumpamaan, nasi gandul mak nyuss, soto kemiri menendang, namun jika keduanya dicampur maka rasanya tidak karuan.  Untuk tim karya tulis, saya mengajak 1 orang yang pandai menulis, 1 orang yang pandai presentasi di muka umum. Saya menceritakan ide-ide gila kepada mereka kemudian meereka yang nulis. Begitu juga dengan tim di bidang perlombaan yang lain.
Yang paling berkesan saat Indocement Awards 2010. Mahasiswa ITS dikenal dengan low profil. Saya ingin mengubah image itu. Ketika kami menyabet juara 1,4,dan 6. Setelah sampai di kampus, saya menghubungi humas ITS, menyampaikan agar prestasi ini bisa dipublish di seluruh Indonesia. Kami atur jadwal untuk konfrensi pers. Puluhan wartawan baik media cetak dan elektronik meliput. Keesokan harinya menjadi headline di beberapa media cetak. Profil saya pernah dimuat di majalah Tempo halaman 89, edisi 9-15 Agustus 2010. Selain itu juga pernah masuk Si Unyil edisi Teknologi tentang beton ramah lingkungan.
Sejak itu, semangat teman-teman untuk berprestasi semakin tinggi. Di setiap perlombaan, kita menurunkan banyak tim dan selalu menyabet juara. Dan media selalu meliput keberhasilan yang telah kami capai.
Pada bulan November 2011, kami menjuarai KJI dan KBGI 2011. Kami memberangakatkan 30 orang yang terdiri dari 6 tim utama dan 24 crew. Crew terdiri dari angkatan 2009 dan 2010. Tujuannya adalah untuk regenerasi.
Untuk melanjutkan tren positif ini saya dan teman-teman menggagas pendirian sebuah klub SIPIL ITS TRADISI JUARA. Saat ini sudah terbentuk dan terus kami bimbing. Hasilnya pada bulan Januari ini dapat memperoleh Juara 1 dan 3 lomba Gambar Teknik di Polinema.

Menjadi Ketua Civil Expo 2011
Civil Expo merupakan acara terbesar mahasiswa teknik sipil se-Indonesia mengusung tema inovatif, solutif, dan spektakuler. Terdiri dari 7 kegiatan mulai dari pelatihan tender dan beberapa perlombaan dengan hadiah total 150 juta. Disinilah loyalitas dan totalitas mahasiswa teruji. Karena kami bekerja tanpa imbalan. Dengan persamaan visi, kerja keras dan kerja sama seluruh elemen di jurusan teknik sipil ITS, acara ini dapat terselenggara mulai bulan maret – april 2011. Modal awal 5 juta, dengan bantuan sponsor terkumpul dana kurang lebih 300 juta. Saat ini beberapa perguruan tinggi meniru Civil Expo dengan branding yang berbeda. Seperti rekan-rekan dari Polinema, UNS, PNJ.

Menyelesaikan masa studi S1 selama 7 semester
Ditengah kesibukan, saya tidak melupakan bidang akademik. Kuncinya adalah manajemen waktu. Saya selalu membuat agenda harian dan mingguan agar hidup ini teratur dan tidak ada waktu terbuang sia-sia. Menyeimbangkan antara akademik, non akademik, istirahat, olahraga, dan keluarga. Di tengah kesibukan apapun, saya harus meluangkan waktu untuk mengunjungi ibu bapak setiap bulan.
Saya ingin mematahkan anggapan yang selama ini beredar yaitu mahasiswa yang aktif akan menjadi mahasiswa abadi. Saya harus selangkah lebih maju. Bangun disaat semua masih terlelap, bangkit disaat semua baru bangun, berlari di saat semua baru bangun, dan terbang di saat semua baru berlari.

Surabaya, 28 Januari 2012                                                                         

Wahyu Candra Parsetya

Rabu, 29 Februari 2012

THE POWER OF DREAM (Part II)

IPS semester VI terjun payung, rekor sepanjang sejarah dengan IPS dibawah 3. Hidup adalah pilihan dan Allah Maha Adil. Di balik itu, banyak pengalaman yang kudapatkan disemester VI. Semester VI biarlah berlalu, sebagai bekal untuk menghadapi semester VII.
Liburan semester VI cukup panjang, hampir 2,5 bulan karena nyambung dengan libur lebaran. Liburan ini diisi dengan menyelesaikan proposal tugas akhir tentang Pemanfaatan Lumpur Bakar Sidoarjo untuk Beton Ringan dan kerja praktek (KP) di proyek Jalan Layang non Tol Antasari Blok M paket Pasar Cipete yang dikerjakan oleh PT. PP (persero) tbk. Meskipun libur panjang, serasa tidak libur. Hanya satu minggu merasakan liburan di kampung halaman dan harus bergegas menuju kampus perjuangan untuk menghadapi semester VII. Alhamdulillah, beban kuliah di semester VII tinggal 14 sks karena disemester sebelumnya ngebut, kejar tanyang 23-24 sks. Untuk menghindari kegagalan di semester VI, saya harus membuat target di semester VII ini. Semua target itu berawal dari impian. Target-target itu saya rangkum menjadi 2 halaman.
Halaman pertama berisi :
- TA (Tugas Akhir)
- Lulus 144 sks, PIK > 3,2
- Toefl > 475
- Juara KJI (Kontes Jembatan Indonesia)& KBGI (Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia)
- Wisuda, maret 2012
Halaman kedua berisi :
Tulisan Arab “bismillahirrahmanirrahim”
Target 2012
Bawahnya berisi logo beberapa perusahaan
- PP
- Adhi Karya
- Wijaya Karya
- Semen Gresik
- Jasa Marga
Dua lembar target tersebut, saya tempel di atas tempat tidur kos yang berukuran 2m x 3m. Kenapa saya tempel diatas tempat tidur? Biar saya selalu ingat. Otak saya akan selalu merekam tulisan-tulisan itu setiap hari, bahkan setiap detik. Dan saya harus menggapai target-target itu. Fokus, kerja,kerja,kerja dan berdoa. Karena masa perkuliahan semester VII hanya 4 bulan, 5 september – 6 januari 2012.



continue.....

Senin, 26 Desember 2011

MY DREAMS IN 2012



Bismillah...
inilah mimpiku di tahun 2012 :

1. Membentuk Civil Engineering Club
Sebagai wadah bagi mahasiswa Teknik Sipil FTSP ITS untuk transfer ilmu dan bertukar pengalaman. Membimbing adik-adik untuk menjuarai :
- KJI&KBGI 2012
- Indocement Awards 2012
- Holcim Innovation Hunt 2012
- Lomba beton yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi : ITS, Petra, Tarumanegara, UMI, PNJ
Tujuan utama adalah menjadikan TEKNIK SIPIL FTSP ITS TRADISI JUARA

2. Mendapatkan Beasiswa Ikatan Dinas di salah satu BUMN Karya

3. Menjadi Wisudawan ke 104 di bulan Maret 2012

4. Engineer di BUMN Karya yang telah memberikan Beasiswa Ikatan Dinas

5. Engineer di mega project bidang civil (Subway / JLNT)

6. Memiliki ternak kambing / sapi

Semoga Allah mengabulkan
Amin

Sabtu, 17 Desember 2011

Sukses Pertahankan Tradisi Juara KJI-KBGI


Kampus ITS, ITS Online - Secara khusus, ada dua tim yang diturunkan jurusan Teknik Sipil ITS untuk unjuk gigi pada KJI dan KBGI tahun ini. Wahyu Candra Prasetya, Rahmad Putra Juniazhar, Reza Arfany, dan Dika Aristia Prabowo dipercaya untuk menggawangi tim KJI. Sedangkan Chairul Aprianto, Aan Sulistiyatno, kembali bersama Wahyu Candra Prasetya diturunkan untuk bergerilya di KBGI.

Beradu dengan banyak tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, tentu bukan hal yang mudah. Namun berbekal tekad mempertahankan tradisi juara, kedua tim akhirnya berhasil meraih juara pertama untuk KJI dan juara ketiga untuk KBGI. ''Sangat senang tahun ini kita bisa menang KJI dan KBGI lagi,'' ujar Wahyu.

Pada KJI yang diselenggarakan di Universitas Indonesia, Wahyu mengaku, timnya memang menargetkan posisi juara pertama. Tak heran, keempat mahasiswa ini pun telah mempersiapkan diri untuk unggul di beberapa kategori penilaian yang akan dikompetisikan dalam KJI.

''Dari awal kami mempersiapkan untuk unggul di kategori kekokohan, K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), dan kinerja Struktur,'' papar Wahyu menjelaskan. Alhasil, mereka pun mampu menjadi yang terbaik untuk ketiga kategori tersebut.

Reza yang juga memperkuat tim KJI menerangkan, terdapat perbedaan ketentuan KJI tahun ini dari tahun sebelumnya yang tak mudah untuk ditaklukkan. Tahun ini, jembatan yang dibuat tidak diperbolehkan menggunakan sambungan baja. ''Itu yang membuat sulit, karena lendutan jembatan menjadi semakin besar,'' ungkap Reza.

Namun, penggunaan metode cantilever secara penuh diakui sebagai kelebihan dari tim Teknik Sipil ITS pada KJI kali ini. Sebelum berangkat lomba pun, jembatan sudah diuji terlebih dahulu di laboratorium struktur. "ketika kontes lendutan jembatan kami yang paling kecil, jurinya sempat nggak percaya,'' tutur Wahyu lagi sembari tersenyum.

Sementara untuk KBGI, tim dari Teknik Sipil ITS harus berpuas diri dengan posisi ketiga. Tahun ini mereka kembali mengikutsertakan bangunan yang mereka beri nama Joglo Bumi Minatani. ''Berbeda dari sebelumnya, kami melakukan renovasi interior,'' jelas Aan, salah satu anggota Tim KBGI.

Meski belum meraih posisi pertama, perjuangan tim dalam KBGI juga tak dapat diremehkan. Sebelumnya, proposal rancangan bangunan gedung yang mereka kirimkan berhasil menduduki peringkat teratas.

Regenerasi
Selain sejumlah nama yang tergabung dalam tim KJI dan KBGI, rupanya kemenangan ini juga melibatkan banyak mahasiswa jurusan Teknik Sipil yang lain. ''Dari awal sampai proses pembuatan kami melibatkan sekitar 30 mahasiswa dari angkatan 2010,'' ujar Wahyu.

Lebih lanjut Wahyu menjelaskan, hal itu dilakukan untuk mempersiapkan kader-kader guna mempertahankan prestasi ITS di KJI dan KBGI. ''Kami ingin teman-teman mahasiswa 2010 dapat mempertahankan prestasi ini,'' ungkap Wahyu. Keterlibatan ini, dijelaskan Wahyu, menjadi bentuk pembelajaran awal.

Mulai dari awal hingga proses pembuatan, sejumlah mahasiswa angkatan 2010 memang telah diberi kepercayaan untuk ikut ambil bagian. Misalnya saja, persiapan alat-alat. Hal ini telah dipercayakan sepenuhnya kepada mereka. Harapannya, mahasiswa angkatan 2010 dapat belajar dan siap meneruskan perjuangan Teknik Sipil ITS pada KJI KBGI tahun depan.

''Kami berharap tahun depan tropi juara umum KJI-KBGI bisa dibawa pulang ITS,'' kata Wahyu optimis. Ia juga berpesan agar prestasi ini tetap dipertahankan, sekalipun mempertahankan sejatinya tidak lebih mudah dari saat meraihnya.

http://www.its.ac.id/berita.php?nomer=9482

Selasa, 13 Desember 2011

JEMBATAN KAYU BUMI MINA TANI, JUARA I KJI 2011

Alhamdulillah, dalam Kompetisi Jembatan Indonesia 2011 kami S-51 team yang beranggotakan Wahyu Candra Prasetya, Reza Arfany, Dika Aristia Prabowo, dan Rachmat Putra Juniazhar berhasil mengukir prestasi yang gemilang yaitu :
- Juara I Jembatan Kayu
- Juara Kategori Jembatan terkokoh
- Juara Kategori K3L Terbaik
- Juara Kategori Kesesuaian Inplemenatsi Terhadap Rancangan
Prestasi ini kami persembahkan untuk almamater tercinta sebagai kado ulang tahun yang pada 10 November kemarin merayakan hari jadi ke-51.

Tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu yaitu Jurusan Teknik Sipil FTSP ITS, Alumni Sipil ITS, Bina Marga Jatim, SB readymix dan rekan-rekan Tim KJI KBGI Teknik Sipil FTSP ITS. We are the dream team. We are the champions.

JOGLO BUMI MINA TANI, JUARA III KBGI 2011

Alhamdulillah, dalam kontes bangunan gedung Indonesia 2011 kami FAR team memperoleh juara III. Prestasi ini kami persembahkan untuk almamater tercinta sebagai kado ulang tahun yang pada 10 November kemarin merayakan hari jadi ke-51. Anggota FAR team terdiri dari saya sendiri Wahyu Candra Prasetya, Aan Sulistyatno, dan Chairul Aprianto. FAR team kami ambil dari huruf depan ketiga teman kami yang telah gugur yaitu Fatih, Angga, Rizky. Perjuangannya terus kami kenang dan sebagai penyemangat dalam berkarya.

Tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu yaitu Jurusan Teknik Sipil FTSP ITS, Alumni Sipil ITS, Bina Marga Jatim, SB readymix dan rekan-rekan Tim KJI KBGI Teknik Sipil FTSP ITS. We are the dream team. We are the champions.


Juara I Lomba Recycle Innovation, Sebuah Kado untuk ITS


Teknik Sipil, ITS Online - ''Hadiah ini untuk ulang tahun ITS,'' tutur Wahyu sembari tersenyum. Wahyu mengatakan, awalnya ia dan tim mengajukan dua proposal ke UNS. ''Baru proposal yang kedua yang diterima,'' ungkap mahasiswa angkatan 2008 tersebut. Tergabung dalam Tim Bumi Mina Tani, mereka mempresentasikan produk hasil inovasi dan daur ulang bernama Bicoboo. Bicoboo merupakan sebuah balok kolom bertulang bambu yang terbuat dari campuran gergajian kayu, fly ash (abu terbang), dan limbah gypsum. Dikatakan Wahyu, produk tersebut bersifat seperti kayu yang tahan tarik, tahan tekan, dan lentur. Dari segi komposisi, kayu terdiri dari 10 persen limbah gypsum, 20 persen semen, 20 persen fly ash, 25 persen pasir, dan 25 persen serbuk gergaji. ''Tapi kami belum mendapatkan komposisi yang optimum, jadi kayu ini masih tergolong kelas lima,'' Wahyu menambahkan. Meski begitu, prestasi juara tetap diraih tim yang dibimbing oleh Dr Januarti Jaya E ST MT ini. Sederetan cerita di belakang kesuksesan mereka pun melengkapi prestasi tersebut. Tim Bumi Mina Tani berangkat menuju Solo, Selasa (9/11). Menggunakan mobil pribadi, terjebak dalam kemacetan dan hujan, hingga ban mobil yang bocor dalam perjalanan pun dirasakan ketiganya. Akibatnya, mereka terlambat mengikuti briefing. Namun tak menjadi masalah karena panitia bersedia menunggu. Tak cukup itu saja, mereka pun terpaksa berurusan dengan Satpam hotel tempat mereka menginap. Malam sebelum presentasi, mereka baru menyadari bahwa jumlah genteng untuk prototype ternyata kurang. Beruntunglah kali itu mereka dibantu oleh Satpam hotel tersebut. Esok hari ketika presentasi berlangsung, Tim Bumi Mina Tani memberikan sesuatu yang berbeda. Alfin memulai presentasi dengan sambutannya mengenai Hari Pahlawan. Disusul Wahyu memberikan penjelasan mengenai teknis pembuatan Bicoboo. Sedangkan Bajhtiar bertugas menggambarkan proses pembuatan Bicoboo. Usai presentasi, ketiganya merasa optimis menjadi pemenang. Menurut mereka, kekuatan tim mereka berada pada data. Mereka telah menyiapkan berbagai data yang sekiranya akan membantu presentasi kali itu. Alhasil, produk yang disiapkan selama tiga minggu ini menjadi unggulan pertama dibanding tujuh finalis lainnya. Menurut ketiganya, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengharumkan nama ITS adalah aktif berpartisipasi dalam berbagai kompetisi. Selain keaktivan, regenerasi juga menjadi faktor penting. Hal itu terlihat saat Wahyu, mengajak Alfin dan Bajhtiar yang merupakan mahasiswa angkatan 2009 untuk turut dalam lomba kali ini. Bajhtiar pun mengakui mendapat banyak pengalaman. ''Pengalaman saya nol,ya dibimbing Mas Wahyu ini. Idenya nggak masuk akal, tapi bisa dilakukan,'' tutur Bajhtiar sembari tertawa kecil. (m7/fi)